Recalytics Blog

Apa Itu Google Search Console dan Cara Memakainya

Tim Recalytics · Tim redaksiTerbit 4 menit baca

Read in English

Jawaban singkat

Google Search Console adalah layanan gratis dari Google untuk memantau dan memperbaiki tampilan situs di Google Penelusuran. Search Console menunjukkan kueri, klik, status indeks halaman, dan masalah keamanan situs.

Ilustrasi Google Search Console dan laporan utamanya
Di artikel ini
  1. Apa fungsi Google Search Console?
  2. Apa saja laporan utama di Google Search Console?
  3. Bagaimana cara memasang Google Search Console?
  4. Bagaimana memberi akses Search Console ke agensi atau klien?
  5. Seberapa sering Google Search Console perlu dicek?
  6. Pertanyaan yang sering muncul

Google Search Console adalah layanan gratis dari Google untuk memantau, merawat, dan memperbaiki tampilan situs di hasil Google Penelusuran. Satu-satunya syarat untuk memakainya adalah akun Google.

Pemilik situs, agensi, dan tim SEO membuka Search Console untuk melihat kueri yang mendatangkan pengunjung dan halaman yang belum masuk indeks Google. Panduan ini menjelaskan apa itu Google Search Console, laporan utamanya, cara memasang, dan cara memberi akses ke agensi.

Apa fungsi Google Search Console?

Fungsi Google Search Console adalah memastikan Google bisa menemukan halaman situs, memantau performanya di hasil penelusuran, dan memberi tahu bila ada masalah. Dokumentasi Google menyebut 5 fungsi utama:

  • Memastikan Google bisa menemukan dan membuka halaman situs.
  • Memperbaiki masalah indeks dan meminta Google mengindeks ulang halaman baru atau halaman yang diperbarui.
  • Melihat performa di Google Penelusuran: seberapa sering situs muncul, kueri yang mendatangkan pengunjung, dan CTR.
  • Menerima pemberitahuan tentang masalah indeks, spam, atau masalah lain.
  • Melihat situs lain yang menautkan ke situs Anda.

Status indeks setiap halaman, termasuk alasan halaman belum masuk indeks, dibahas di panduan kenapa halaman tidak diindeks Google.

Apa saja laporan utama di Google Search Console?

Google membagi laporan Search Console menjadi laporan penting dan laporan opsional. Laporan penting perlu dicek rutin. Laporan opsional dibuka saat ada masalah tertentu.

LaporanIsiKategori
Ringkasan propertiMasalah penting seperti keamanan dan tindakan manual, plus grafik performa dan indeksPenting
PerformaKlik, tayangan, CTR, dan posisi untuk Penelusuran Web, Google News, dan DiscoverPenting
Masalah keamananTanda bahwa situs diretasPenting
Tindakan manualPelanggaran kebijakan spam GooglePenting
Pengindeksan halamanHalaman yang sudah dan belum diindeks GoogleOpsional
PengalamanPengalaman pengguna, misalnya kecepatan muat halamanOpsional
Inspeksi URLCara Google melihat satu halaman tertentuOpsional

Laporan Performa paling sering dipakai untuk laporan klien. Arti keempat metriknya dibahas di panduan cara membaca laporan Performa Search Console.

Bagaimana cara memasang Google Search Console?

Cara memasang Google Search Console adalah menambahkan properti, lalu memverifikasi bahwa Anda pemilik situsnya. Search Console punya 3 jenis properti, dan setiap jenis punya cara verifikasi sendiri.

Jenis propertiCakupanCara verifikasi
DomainSemua subdomain (www, m, dan lainnya) dan semua protokol (http, https)Hanya lewat catatan DNS
Awalan URLHanya URL dengan awalan yang sama persis, termasuk protokolnyaBanyak pilihan, misalnya file HTML atau tag meta
PlatformAkun situs Anda di YouTube, Instagram, TikTok, dan XLewat properti situs yang sudah ada atau login platform

Gambar berikut membandingkan cakupan properti Domain dan properti Awalan URL untuk situs yang sama.

Perbandingan cakupan properti Domain dan Awalan URL di Search Console
Properti Domain mencakup semua subdomain dan protokol. Properti Awalan URL hanya mencakup satu awalan.

Properti Awalan URL dengan https tidak mencakup URL http. Satu akun Google bisa memegang sampai 1.000 properti.

Langkah memasang Google Search ConsoleKlik langkah untuk melihat detailnya

Siapkan akun Google · Gratis

Akun Google adalah satu-satunya syarat untuk memakai Search Console.

Tambah properti · Domain atau Awalan URL

Pilih Domain untuk mencakup semua subdomain dan protokol. Pilih Awalan URL untuk memantau satu bagian situs saja.

Verifikasi · DNS atau tag HTML

Properti Domain hanya bisa diverifikasi lewat catatan DNS di penyedia domain. Properti Awalan URL bisa memakai file HTML atau tag meta.

Kirim sitemap · Laporan Peta Situs

Kirim alamat sitemap di laporan Peta Situs untuk membantu Google menemukan halaman situs.

Tunggu data · 2 sampai 3 hari

Data performa biasanya tersedia 2 sampai 3 hari setelah dikumpulkan.

Langkah 4 tidak wajib, tetapi membantu situs yang punya banyak halaman.

Bagaimana memberi akses Search Console ke agensi atau klien?

Akses Search Console diberikan oleh pemilik properti lewat menu Setelan, lalu Pengguna dan izin. Hanya pemilik properti yang bisa membuka halaman tersebut. Search Console mengenal 4 tingkat akses:

Tingkat aksesYang bisa dilakukan
PemilikMelihat semua data, memakai semua alat, serta menambah dan menghapus pengguna
Pengguna penuhMelihat semua data dan melakukan sebagian tindakan, misalnya mengirim sitemap
Pengguna terbatasMelihat sebagian besar data dan memakai Inspeksi URL hanya untuk membaca
RekananTidak bisa membuka Search Console, tetapi bisa menjalankan tindakan tertentu untuk situs

Satu properti bisa punya maksimal 100 pengguna selain pemilik. Akses Pengguna terbatas sudah cukup untuk membaca laporan Performa dan Pengindeksan halaman.

Seberapa sering Google Search Console perlu dicek?

Sebagian besar pengguna cukup mengecek Search Console sebulan sekali, kecuali Google mengirim pemberitahuan masalah. Rekomendasi tersebut tercantum di panduan memulai Search Console dari Google.

Pengecekan bulanan itu sekaligus menjadi bahan laporan SEO bulanan untuk klien. Recalytics menarik data Search Console dan GA4 tiap website klien setiap bulan, lalu menyusunnya menjadi laporan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah Google Search Console gratis?

Ya. Google menyebut Search Console sebagai layanan gratis, dan syaratnya hanya akun Google.

Apa beda Google Search Console dan Google Analytics?

Search Console mencatat apa yang terjadi di hasil Google Penelusuran: tayangan, klik, dan posisi. Google Analytics mencatat apa yang dilakukan pengunjung setelah masuk ke situs.

Apakah perlu bisa coding untuk memakai Search Console?

Tidak. Google menyebut pengguna tidak perlu memahami HTML atau coding, tetapi perlu memahami susunan dan isi situsnya.

Sumber

  1. Search Console Help: About Search Console
  2. Search Console Help: Getting started with Search Console
  3. Search Console Help: Add a website or platform property to Search Console
  4. Search Console Help: Managing owners, users, and permissions
  5. Search Console Help: Performance report, troubleshooting data discrepancies
Tim redaksi

Tim Recalytics menulis panduan pelaporan SEO dan analitik untuk agensi digital dan pemilik website, berdasarkan dokumentasi resmi Google dan data Search Console serta GA4.

Lanjutkan membaca